Bola Online Evan Dimas Bercerita Karier dan Kehidupan

Evan Dimas Bercerita Karier dan Kehidupan

Evan Dimas Bercerita Karier dan Kehidupan

Bola Online – Evan Dimas Darmono tidak memungkiri bahwa dirinya sangat senang atas pencapaiannya serta teman-temannya yang menjuarai Piala AFF U-19. Dia pun terus menekankan pada dirinya sendiri supaya selalu bermain bola dengan hati. Evan Dimas mengaku tidak pernah membayangkan akan menjadi pemain yang dikenal masyarakat luas di usianya yang masih muda. Minat Evan pada sepakbola dimulai dari kesukaannya melihat pamannya berlatih sepakbola. Sesudah belajar selama kurang lebih dua tahun di SSB Sasana Bakti, pemain yang lahir tanggal 13 Maret 1995 tersebut memiliki keinginan lain untuk pindah ke SSB Mitra Surabaya. Evan yang sempat memperoleh penolakan dari orang tuanya, akhirnya diperbolehkan untuk pindah.

Evan Dimas merupakan salah satu pemain U-19 yang paling menonjol di tim Garuda Muda ketika menjuarai Piala AFF U-19 kemarin. Rekan maupun teman-temannya di Mitra Surabaya atau Persebaya, menyebutnya sebagai anak ajaib, karena dia mempunyai talenta yang sangat besar. Evan pun mengatakan bahwa kuncinya adalah bermain bola dengan hati karena dengan hati pasti akan bermain dengan sangat bagus. Evan juga mengaku bahwa dia sempat meremehkan pendidikannya. Dia bahkan berpikir jika sepakbola merupakan nomor satu, sedangkan pendidikan adalah nomor dua. Tapi prinsip itu berubah saat dia memperoleh kesempatan bermain dengan 100 anak Indonesia yang lain ke Barcelona. Saat itu dia pun dilatih bermain bola dengan gaya Spanyol.

Motivasi itu, akhirnya membuat dirinya mempunyai tekad untuk bisa sekolah lebih tinggi. Evan pun memutuskan untuk meneruskan pendidikannya dengan kuliah. Kini Evan Dimas tercatat sebagai mahasiswa di salah satu Universitas Swasta di Surabaya. Sedangkan tentang cita-citanya nanti, di luar sebagai seorang pemain sepakbola yang berhasil, dia masih belum menentukan. Jalan untuk Evan menjadi pemain sepakbola profesional yang sukses mungkin masih panjang. Tapi, satu hal bahwa dia mempunyai motivasi yang tinggi, serta motivator terbesarnya merupakan kedua orangtua serta keluarga. Evan yang hidup dalam keluarga yang sederhana mempunyai tekad untuk membahagiakan orangtua serta tiga orang adiknya yang masih kecil.

Sesudah lama belajar tentang bakat di Mitra Surabaya, akhirnya pada bulan Februari yang lalu dia dikontrak oleh Persebaya Surabaya, yang saat ini bermain di kompetisi Indonesian Premier League. Namun PSSI tidak juga mengesahkan peralihan status dirinya dari pemain amatir menjadi seorang pemain profesional. Hal ini mengakibatkan dia tidak bisa bermain di IPL dan sejauh ini cuma berlatih saja di Persebaya. Belakangan ini PSSI beralasan bahwa dia tidak mau mengesahkan kontrak Evan karena PSSI menganggap bahwa Persebaya bukan klub anggota mereka. Namun ketika ditanya lagi tentang klub mana yang paling ingin dia perkuat, Evan pun menyebut klub yang sudah melahirkan dirinya. Bola Online