Hal Yang Dilakukan Oleh Guardiola Di Munchen

Hal Yang Dilakukan Oleh Guardiola Di Munchen

Hal Yang Dilakukan Oleh Guardiola Di Munchen

Hal Yang Dilakukan Oleh Guardiola Di Munchen – Disini akan saya sajikan beberapa cara yang digunakan oleh Pep Guardiola untuk membuat juara Eropa semakin bertambah kuat.

1 Pep Membuat Lawan Selalu Menebak

Hal Yang Dilakukan Oleh Guardiola Di Munchen – Dibawah Louis van Gaal, bapak dari permainan Bayern yang mengandalkan penguasaan bola, serta Jupp Heynckes, penerusnya yang lebih pragmatis dan taktis, kita sangat mudah menebak susunan pemain Bayern. Bayern selalu tampil dengan formasi 4-2-3-1, dan perubahan selalu dibuat saat pemain inti mengalami cedera, dan kedua pelatih tersebut dengan mudah akan menunjuk pemain pengganti dengan karakter yang hampir serupa dengan pemain inti yang sedang mengalami cedera. Dibawah Guardiola, karakter Bayern yang seperti itu telah dibuang jauh-jauh. Hanya empat pemain di lini belakang yang mendapatkan jaminan tampil regular. Transformasi Philip Lahm sebagai gelandang bertahan seolah terlihat permanen, tapi masih ada kemungkinan kapten tim akan menjadikan dirinya sebagai bek kanan diakhir pertandingan.

Hal Yang Dilakukan Oleh Guardiola Di Munchen – Javier Martinez, Bastian Schweinsteiger, Thiago Alcantara dan Toni Kroos adalah para pemain yang bertarung dan bergantian mengisi lini tengah Bayern serta digunakan dalam peran yang berbeda. Sedikit maju di lini depan, Franck Ribery yang sedang terkena cedera dan Arjen Robben memang hampir tak tersentuh, tapi kedua posisi inti di lini depan hampir diganti setiap pertandingan, tergantung pada kekuatan dan kelebihan serta kekurangan lawan yang akan dihadapi.

2. inovasi secara kontinyu melalui mikro manajemen

Hal Yang Dilakukan Oleh Guardiola Di Munchen – Filosofi sepakbola Guardiola selalu berdasarkan pada penguasaan bola, membuat kelebihan pemain di lini tengah serta pressing yang agresif. Pelatih berusia 43 tahun bahkan tak pernah takut merubah hal baku dalam tim jika diperlukan. Dalam kemenangan 3-0 melawan Borussia Dortmund bulan November dia mengintruksikan para bek tengah untuk melepaskan bola panjang dari garis pertahanan sendiri untuk melepaskan diri dari pressing para pemain Dortmund. Martinez, pemain yang bertugas merusak permainan lawan, sengaja ditempatkan maju dibelakang striker Mario Mandzukic untuk memenangkan duel udara dan juga menekan gelandang lawan. Rencana ini berhasil dengan baik karena ritme passing Dortmund dan juga pemainnya sendiri terganggu. Guardiola kemudian merubah strategi lagi kembali ke false nine di pertengahan babak kedua untuk mengeksploitasi ruang yang mulai terlihat terbuka.

Hal Yang Dilakukan Oleh Guardiola Di Munchen – Perubahan kecil dan lebih kecil secara konstan dia terapkan sebelum dan selama pertandingan. Xavier Sala i Martin, profesor ekonomi dan mantan pengurus Barcelona, telah menyebut penemuan Guardiola dalam pertandingan tersebut seperti produksi pakaian dalam merk fashion Zara. Koleksi Zara memang lebih mahal untuk diproduksi daripada rivalnya tapi koleksi mereka juga berubah lebih sering, biasanya dalam jangka waktu yang pendek. Tapi visi besar Zara dan Bayern masih berada dalam satu kerangka besar, fleksible adalah kunci penting untuk menghasilkan kerangka filosofi tersebut.