Hull City Mengubah Nama Mereka Bertentangan Dengan Tradisi

Hull City Mengubah Nama Mereka Bertentangan Dengan Tradisi

Hull City Mengubah Nama Mereka Bertentangan Dengan Tradisi

Pada hari Rabu pemilik Hull City Assem Allam mengajukan proposal kepada FA Inggris untuk mengubah nama klub menjadi Hull City Tigers. Perubahan kontroversial ini disebabkan oleh nama dari Hull yang sudah tidak laku lagi. Menurut Allam, nama Hull City tidak lagi relevan. Hal ini dikarenakan, City sering dikaitkan dengan klub lain seperti halnya Manchester, Leicester dan beberapa klub lain. Penambahan nama dalam kata-kata Hull City tersebut diungkapkan Assem Allam agar lebih berkarakter. Penggantian nama tersebut tampaknya satu langkah lebih dekat dengan kenyataan. Dikutip oleh ESPN, Allam mendapatkan penolakan yang keras dari grup yang menamai diri mereka sebagai “City Till We Die”.

“Saya memahami dengan kekecewaan mereka karena di Negara kami, banyak orang yang tradisional dan banyak yang sudah mendukung klub Hull sejak lama. Akan tetapi pemilik Hull telah sepakat dengan keputusan ini dan dia mempunyai budaya yang berbeda serta telah memberi dana untuk klub. Jika ia memang berpikir bahwa Hull Tigers merupakan nama yang lebih baik, maka dari itulah kita harus tetap menghormati keputusan itu,” tegas Manajer Hull City Steve Bruce. Bruce pun beralasan bahwa ia akan mengikuti keputusan dari pemilik Hull karena apabila tidak ada pemilik asal Mesir itu, Hull City tidak akan ada.

Pemasaran

Pemilik Hull kelahiran Mesir tersebut tampaknya percaya bahwa perubahan nama akan menyebabkan Hull menjadi pemain besar di pasar luar negeri. Seperti yang telah dikatakannya kepada Guardian: “Aku tahu itu akan membuat perbedaan, nama yang lebih pendek akan membuat dampak yang leih cepat, dan itu adalah bentuk pemasaran.”

Tradisi

Allam rupanya pindah ke Hull pada tahun 1968, sehingga ia harus memiliki pemahaman tentang tradisi sepak bola dan terutama posisi Hull di masyarakat setempat. Tampaknya sebagian kecil pemilik asing percaya bahwa mereka dapat melakukan apapun yang mereka inginkan. Apakah pemilik ini tidak mengerti bahwa klub sepak bola bukan waralaba seperti di negara lain? Klub sepak bola adalah sumber kebanggan dari banyak masyarakat, Hull adalah contoh sempurna itu. Perubahan nama mungkin tidak menjadi masalah besar bagi sebagian orang, tapi bagi banyak penggemar Hull itu adalah hal yang telah memukul wajah mereka.

Penggemar Hull telah mendukung tim lokal ini dalam seluruh hidup mereka. Sayangnya dalam sepak bola modern tampak semuanya datang dari uang. Bukan karena Allam telah menginvestasikan uang kedalam klub, bukan berarti itu akan memberinya hak untuk menghina orang yang telah membuat klub berjalan. Dan bukan berarti pula ia dapat melakukan apa yang dia inginkan terhadap klub. Tanpa pendukung, mereka bukanlah apa-apa. Baik pemain, manajer bahkan pemilik bisa datang dan pergi, namun fans tetap.