Kemenangan Andy Muray di Wimbledon Belum Cukup

Kemenangan Andy Muray di Wimbledon Belum Cukup

Kemenangan Andy Muray di Wimbledon Belum Cukup

Andy Murray boleh saja menjadi pemenang Wimbledon dari Britania pertama sejak 77 tahun terakhir, tapi kemenangannya tak berdampak besar bagi warga Britania untuk berkungjung ke lapangan tenis domestik. Survey dari Sports England Active People memberikan hasil yang mengecewakan bagi dunia tenis Britania : kurang dari 39 ribu orang dewasa dengan usia diatas 16 tahun bermain tenis sekali tiap minggu, jumlah ini berkurang daripada yang mereka lakukan selama 12 bulan terakhir. Nomor dan statitik selalu memberikan bukti, bagaimana kurang berhasilnya strategi yang digunakan oleh Asosiasi Tenis Inggris untuk menangani kemajuan tenis di negaranya. Organisasi tersebut tampaknya harus mengeluarkan kepala mereka dari pasir – seperti burung onta yang menolak kenyataan – untuk melakukan reformasi.

Angka yang menunjukkan semakin menurunnya jumlah anak muda yang bermain olahraga tenis membuat pemilik kebijakan harus memikirkan cara baru. Cara inovatif yang membuat olahraga tenis menjadi lebih menarik bagi anak muda dan berdampak bagus bagi perkembangan jangka panjang. Tak ada seorang pun dari LTA (asosiasi tenis Britania) yang muncul diacara skala nasional untuk meminta maaf pada seluruh negeri karena kesalahan yang telah mereka buat. Renacan yang mereka buat dimasa lalu telah terbukti tak berjalan dengan baik. Dalam penilaian tahun ini, mereka telah membicarakan tentang kritik terhadap warisan yang dipegang oleh pemegang kekuasaan di LTA. Mereka mengakui bahwa tak bisa melakukan cara yang sama di masa lalu dan berharap membuat perubahan di masa yang akan datang. Perubahan diperlukan untuk meraih prestasi yang lebih baik.

Angka orang yang bermain tenis di Britania memang berkembang lebih baik saat musim panas, tapi terjadi penurunan dalam jumlah yang besar di bulan Juni dan Juli, lalu terjadi peningkatan di bulan Agustus dan September, serta penurunan kembali di bulan Oktober. Mungkin butuh beberapa waktu bagi kemenangan yang diraih Murray untuk membuat orang Britania kembali bergairah memainkan olahraga tersebut, tapi menteri olahraga Inggris Phil Smith telah memperingatkan LTA untuk segera bertindak. “Kami akhirnya berhasil memecahkan mitos bahwa seorang pria Britania bisa memenangkan Wimbledon. Sebenarnya kami berharap terjadinya peningkatan orang yang bermain tenis, namun ternyata semua tak berjalan sesederhana itu karena butuh beberapa waktu agar orang bisa beradaptasi dengan olahraga yang selama ini jarang mereka sentuh. Dan semua itu butuh lebih dari seorang juara Wimbledon.”

“Sebelumnya LTA telah bekerja dengan keras untuk meningkatkan partisipasi masyarakat agar kembali bermain tenis, tapi mereka sekarang hanya tinggal berharap yang terbaik. Mungkin sekarang LTA telah mengembangkan strategi baru. Mereka menjalankan organisasi seperti sebuah entitas bisnis. Mereka akan meneliti tentang pelanggan, dan juga mengorek informasi tentang pelanggan potensial, serta mengembangkan produk yang menarik dan jasa serta pendekatan yang ramah yang cocok bagi pelanggan.” Pendekatan secara bisnis yang dilakukan LTA untuk membuat tenis kembali dimainkan masyarakat Inggris patut kita tunggu hasilnya.