Pasar Taruhan Pemain Sepakbola Yang Meninggal di Indonesia

Pemain Sepakbola Yang Meninggal di Indonesia

Pemain Sepakbola Yang Meninggal di Indonesia

Pasar Taruhan – Berita tentang meninggalkan Sekou Camara semakin menambah panjang pemain-pemain yang tewas di dunia sepakbola tanah air. Camara meninggal pada hari Sabtu malam tanggal 27 Juli 2013. Pemain asal Mali itu didiagnosa mengalami serangan jantung ketikda sedang menjalani latihan rutin bersama skuad PBR.

Meninggalnya pemain asing ketika berkecimpung di sepakbola tanah air ini bukanlah yang pertama kalinya. Cerita lebih pahit sebelumnya sempat muncul di ujung tahun 2012 yang lalu ketika Diego Mendieta meninggal di sebuah rumah sakit. Waktu itu, pemain yang berasal dari Paraguay tersebut sedang memperkuat klub Persis Solo yang tampil di Liga Premier Indonesia. Kasus diawali pada saat Mendieta harus menjalani perawatan karena dia menderita cytomegalovirus di RS Dr Moewardi. Dikarenakan kisruh yang tidak berujung dalam tubuh Persis, maka gaji Diego tidak dibayar selama empat bulan terakhir. Belum lagi uang muka kontrak yang ternyata juga belum dibayarkan. Jumlah total yang seharusnya diterima Diego adalah hanya Rp 131 juta.

Kondisi tersebut membuat Diego mengalami kesulitan membayar pengobatan. Padahal sakit yang dia derita tidak terlalu sulit untuk disembuhkan walaupun membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Ironisnya, jangankan untuk membayar rumah sakit, untuk membeli makan dan membayar kos saja dia harus berhutang. Nyawanya pun tidak tertolong. Keinginan Diego untuk bertemu keluarga juga tidak kesampaian karena tidak mempunyai ongkos untuk pulang.

Hal ironis seperti ini tidak hanya dialami pemain asing. Satu pelatih asing yang cukup terkenal di kancah sepakbola nasional yaitu Miroslav Janu, meninggal dunia secera mengejutkan pada 24 Januari 2013 yang lalu. Pelatih yang pernah menangani PSM Makasar, Persela serta Arema dan Persebaya DU itu meninggal dunia karena sakit jantung. Miroslac Janu meninggal saat berusia 53 Tahun. Dia ditemukan tidak sadarkan diri di kamar mandi apartementnya. Walaupun sempat dibawa ke rumah sakit dan menjalani operasi, namun nyawa Janu tidak bisa ditolong. Ternyata saat itu Janu masih dihutangi oleh mantan klubnya yaitu Persela Lamongan sebesar Rp750 juta sebagai pembayaran 5 bulan gaji selama membesut klub Jawa Timur tersebut.

Beberapa pemain di lain juga ada yang mengalami nasib yang sama seperti Camara. Dua diantaranya pemain sepak bola nasional yang meregang nyawa setelah membela klubnya bermain. Jumadi Abdi yang merupakan gelandang yang bermain untuk Bontang FC di musim 2008, meninggal setelah mengalami berbenturan keras dengan pemain persela yaitu Deny Tarkas. Dia sempat dirawat selama 8 hari sebelum akhirnya meninggal pada 15 Maret 2009 saat umurnya 26 tahun. Bintang Persebaya Surabaya yaitu Eri Irianto juga yang tewas di lapangan. Pemain yang lahir di Sidoarjo pada 12 Januari 1974, tersebut meninggal pada 3 April 2000 di RSUD Dr Soetomo. Dia terkena serangan jantung di lapangan pada waktu pertandingan Liga Indonesia melawan PSIM Yogyakarta di Stadion Gelora 10 November. Pasar Taruhan