Pogba Tidak Tertarik Tinggalkan Juventus

Pogba Tidak Tertarik Tinggalkan Juventus

Pogba Tidak Tertarik Tinggalkan Juventus

Bursa transfer awal tahun sudah bergulir. Sejumlah tim Eropa mulai bergejolak kembali untuk melancarkan aksi jual-beli pemain, walau perputarannya tidak semarak di awal kompetisi. Hal tersebut juga menimpa gelandang muda berbakat, Paul Pogba, yang dikaitkan dengan sejumlah tim raksasa dan konon siap meninggalkan Juvemtus. Pemain berusia 20 tahun, yang mengawali karir di tim raksasa Manchester United, dikabarkan menjadi salah satu daya tarik bagi sejumlah klub, termasuk dari Arsenal, Paris Saint-Germain, Chelsea, Barcelona dan Real Madrid, yang keseluruhannya siap mengantri untuk mengajukan penawaran.

Pogba mampu menunjukkan performa yang stabil sejak pindah ke Turin pada musim panas 2012 dan mengatakan kalau dirinya memimpikan untuk bermain di tim raksasa Eropa saat usianya masih muda, membuatnya cukup beralasan untuk menetap bersama tim asuhan Antonio Conte. “Saya sangat baik di Juventus,” ungkap Paul Pogba. “Saya sama sekali tidak merasa asing. Bahkan impian saya di masa kecil adalah bermain untuk tim seperti Arsenal dan Barcelona. Dan kini saya bermimpi untuk memperkuat tim nasional Prancis menghadapi saudara-saudara saya. “Bagi saya, Juve adalah Zinedine Zidane, David Trezeguet, Pavel Nedved – seorang yang diberikan kemampuan dan talenta yang memiliki kelas tersendiri dan juga disiplin dalam segala hal, yang mengangkat performa tim secara menyeluruh.

“Seperti untuk saya, janji saja tidak cukup. Saya harus mengawali karir dari titik terendah, karena saya tahu akan ada jalan, dan saya kesempatan itu akan tiba. “Saya tidak terburu-buru, namun saya ingin menunjukkan talenta yang saya miliki di atas lapangan.” Pogba juga menunjuk sebuah perbedaan yang nyata antara kehidupannya di Liga Premier dan Serie A,  diyakini di Inggris segala sesuatu berada dalam pengawasan yang ketat. “Sementara dalam persepakbolaan Italia, lebih mengandalkan faktor taktik sebagai perbandingan dengan pertandingan di Inggris, namun untuk saat ini, semua berada di bawah rata-rata,” ungkap Pogba.

“Di sini, tekanan terlalu besar, kekhawatiran, rasa gugup, dan obsesi campur jadi satu. Di atas lapangan kami sangat dijaga tingkat kerapatannya. Dari sana, saya menderita. “Apabila hal tersebut berbicara mengenai sikap dan fakta selama satu pekan penuh. Ini merupakan perhatian yang terlalu berlebihan, dan membuat perbedaan nyata dan lebih sulit dari sepakbola Italia.” Sir Alex Ferguson sempat memberikan debut perdana bagi Pogba pada musim panas 2011 saat masih di Manchester United dan pemain internasional Prancis itu memuji mantan pelatihnya yang percaya atas kemampuan yang dimilikinya. “Ferguson melihat sisi kedalaman tim asuhannya, dan ia memahami bahwa perkembangannya masih belm cukup. Karena itu banyak pemain yang berhutang kesuksesan kepadanya,” ungkap Pogba.

“Ia juga yakin dengan proses perkembangan saya, bahkan ketika saya tidak tampil cukup banyak di tim utama. “Ia mengatakan kepada saya agar tidak ke Italia, karena di sana rasisnya begitu kental. Saya kemudian membalasnya, rasis ada di mana-mana, dan termasuk di Inggris.”