Walter Mazzarri Mulai Merasa Tertekan

Walter Mazzarri Mulai Merasa Tertekan

Walter Mazzarri Mulai Merasa Tertekan

Walter Mazzarri Mulai Merasa Tertekan – Hasil baik belum kunjung tiba. Pelatih Inter Milan Walter Mazzarri mulai merasa tekanan yang cukup berat dihadapi olehnya di awal tahun 2014. Walau ia mulai frustrasi, namun hal tersebut tidak membuatnya terpana dan menegaskan kalau rencana anak-anak asuhannya tetap berjalan sedia kala dan menjalani perkembangan yang lebih baik. Salah satu tim papan tengah yang mampu mengimbangi permainan Inter kali ini adalah Chievo Verona, yang menahan mereka dengan skor 1-1 di Giuseppe Meazza, meski catatan ini mempertahankan penampilan mereka tanpa kemenangan. Pelatih Nerazzurri itu gagal untuk memenangkan tiga pertandingan di awal tahun 2014 dan beruntung saat menghadapi Chievo di pertandingan terakhir tidak mengantongi kekalahan saat Alberto Paloschi terlebih dulu menjebol gawangnya, sebelum Yuto Nagatomo menutup keadaan dengan hasil imbang.

Walter Mazzarri Mulai Merasa Tertekan – Pemilik Inter Milan Erick Thohir awal pekan ini menegaskan dan ia meminta kepada pendukungnya tidak mengharapkan kehadiran pemain baru di awal tahun ini, sebagaimana ia mencoba membangun kekuatan yang ada dan Mazzarri menjadi salah satu pihak yang bertanggung jawab untuk memberikan ketenangan kepada para pendukungnya. “Saya ingin melengkapi penuturan presiden baru, karena tidak banyak yang bisa terbuka kepada pihak media. Saya berharap para suporter lebih bersabar lagi. Saya sudah mengetahui segala sesuatunya, namun saya sangat senang bahwa kami berada dalam lembaran yang sama dan mengerjakan proyek ini secara berkala,” tegas Mazzarri. Dari tiga pertandingan terakhir kubu Nerazzurri sama sekali belum mengantongi kemenangan di awal tahun 2014 dan hanya mampu mengamankan satu angka saja dari pertemuannya melawan Chievo Verona.

Walter Mazzarri Mulai Merasa Tertekan – Setelah Yuto Nagatomo menyelamatkan wajah timnya dari kekalahan setelah Alberto Paloschi terlebih dulu menjebol gawang Samir Handanovic. “Hal utama yang ingin kami lakukan adalah, untuk membeli seorang pemain baru maka kami harus melakukan penjualan terlebih dulu. Pelatih mencoba menyusun kekuatan yang baru di dalam skuad. Saay bekerja dengan Ricky Alvarez dan Mateo Kovacic guna memastikan posisi mereka sama baiknya dan memiliki pelapis yang tidak kalah buruknya ketika kami berganti posisi. “Keseluruhannya ini terus berkembang, dan mengambil segala pengalaman yang ada dan kemudian mencoba mempelajari segala hal dari segi taktis.”

Walter Mazzarri Mulai Merasa Tertekan – Mengamati penampilan anak-anak asuhannya kala melawan Chievo, yang membuat posisi mereka kembali menempati urutan lima besar di Serie A, Mazzarri menegaskan bahwa dirinya cukup bangga dengan usaha keras dari anak-anak asuhannya untuk mengejar ketertinggalan. “Tidak ada hal lain yang bisa saya tuntut dari tim ini. Kami tahu Chievo memiliki organisasi pertahanan yang sangat rapat dan dari segi stamina jauh lebih kuat, namun kami juga memiliki kesempatan terbaik melalui Rodrigo Palacio,” lanjutnya. “Jika kami mampu memimpin keadaan, sudah pasti kisahnya akan semakin berbeda dan akan semakin banyak ruang terbuka yang menjadi sasaran utama. Kami tahu untuk menerapkan permainan sepakbola yang baik maka dibutuhkan kerja sama dari dua tim, namun Chievo datang ke San Siro hanya ingin bertahan dan berharap kesalahan dari kami untuk mengandalkan serangan balik.

Walter Mazzarri Mulai Merasa Tertekan – “Saya mengubah sistem tersebut pada pertandingan itu, sebagaimana saya ingin membantu para pemain agar tidak kesuiltan mencari ruang menjadi 3-4-3. Kesempatan langsung kami peroleh, namun beberapa upaya terakhir gagal disarangkan oleh Mateo Kovacic, yang seharusnya memberikan umpan silang di dalam kotak terlarang.”